Ayat Al-qur’an Yang Berhubungan Dengan Sains dan Teknologi
AsbabunNuzul/Tafsir
QS:Al-Anbiya | Ayat: 16
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا
بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Artinya: “Dan
tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dans egala yang ada di
antara keduanya dengan bermain-main.”
AsbabunNuzul / Tafsir
Dalamayatini Allah SWT. menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi serta semua yang terdapat di antaranya, tidaklah untuk maksud yang percumaatau main-main, melainkan dengan tujuan yang benar, yang sesuai dengan hikmah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Pernyataan ini merupakan tangkisan terhadap sikap dan perbuatan kaum kafir yang mengingkari kenabian Muhammad SAW, serta kemukjizatan Al-Qur’an. Karena. tuduhan-tuduhan yang mereka lemparkan kepadanyayaitu, bahwa Al-Qur’an adalah buatan Muhammad, bukan wahyu dan mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya adalah berarti bahwa mereka tidak mengakuiciptaan Allah danseakan-akan Allah menciptakan sesuatuhanya untuk main-main dan tidak mempunyai tujuan yang benar dan luhur. Padahal Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya dan yang ada di antaranya, adalah agar manusia menyembah-Nya dan berusaha untuk mengenal-Nya melaluiciptaan-Nya itu. Akan tetapi maksud tersebut barulah dapat tercapai dengan sempurna apabila penciptaan alam itu disusuli dengan penurunan Kitab yang memberikan petunjuk dan dengan mengutus para Rasul untuk membimbing manusia. Dan Al-Qur’an, selain menjadi petunjuk bagi manusia, juga berfungsi sebagai mukjizat terbesar bagi Muhammad SAW, untuk membuktikan kerasulannya. Oleh sebab itu, orang-orang yang mengingkari kerasulan Muhammad dengan sendirinya berarti mereka menganggap bahwa Allah menciptakan alam ini dengan sia-sia, tanpa adanya tujuan dan hikmah yang luhur, tanpa ada manfaat dan kegunaannya.
1 QS:Al-Mulk | Ayat: 3
لَّذِي خَلَقَ
سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ
ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
Artinya:
“Yang
telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali
tidak melihat padaciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Makalihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
Asbabun Nuzul / Tafsir
Dialah yang telah mengadakan tujuh langit yang
sebagiannya di atas sebagian yang lain di udara yang kosong,
tanpa tiang dan tanpa pengikat yang mengikatnya,
serta keistimewaan setiap langit dengan cakupan tertentu, dan dengan sistem yang
tetap tidak berubah-ubah. Bahkan dengan sistem daya tarik yang indah di
antara benda bumi dan langit .Tujuh langit berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat jangan dipahami adanya lapisan-lapisan langit.
Tujuh langit bermakna jumlah yang sangat banyak, tak terhingga, benda-benda langit di
jagat raya. Berlapis-lapis atau bertingkat-tingkat bermakna jaraknya yang
berbeda-beda, ada yang dekat (masih di lingkungan bumi dan tatasurya,
termasuk atmosfer bumi) dan ada yang jauh. Semua nampak sederhana, namun Allah
menunjukkan kekuasaannya yang luar biasa
1 Surat
Al-KahfAyat 96
آتُونِيزُبَرَالْحَدِيدِۖحَتَّىٰإِذَاسَاوَىٰبَيْنَالصَّدَفَيْنِقَالَانْفُخُواۖحَتَّىٰإِذَاجَعَلَهُنَارًاقَالَآتُونِيأُفْرِغْعَلَيْهِقِطْرًا
Berilah aku potongan-potongan besi".
Hingga apa bila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunungitu, berkatalah Dzulkarnain:
"Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti)
api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar
aku kutuangkan keatas besipanas itu".
AsbabunNuzul/Tafsir
Tafsirnya :Dia meminta mereka untuk mengumpulkan potongan-potongan besi
yang diperlukan. Dengan itu ia membuat dinding tinggi yang
menyamai tinggi nya puncak kedua gunung itu. Kemudian ia menyuruh mereka menyalakan api di
atasnya. Mereka pun menyalakan api sehingga besi itu meleleh.
Setelah itu leburan tembaga dikucurkan kebesita disampai akhirnya menjadi dinding yang
sangat keras.
1. Hadits Yang
Berkaitan Dengan Sains dan Teknologi
BUKHARI No.
3902 “TRANSPORTASI”
حَدَّثَنِي
مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الحُسَيْنِ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي
عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَلَا
أَدْرِي أَنَهَى عَنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ
أَجْلِ أَنَّهُ كَانَ حَمُولَةَ النَّاسِ فَكَرِهَ أَنْ تَذْهَبَ حَمُولَتُهُمْ
أَوْ حَرَّمَهُ فِي يَوْمِ خَيْبَرَ لَحْمَ الْحُمُرِ الْأَهْلِيَّةِ (BUKHARI – 3902)
Artinya :
“ Telah menceritakan kepadaku
Muhammad bin Abul Husain; Telah menceritakankepada kami Umar bin Hafsh;
Telah menceritakan kepada kami ayahku dari ‘Ashim dari ‘Amir dari Ibnu ‘Abbas
radli allahu ‘anhu mamengatakan; “Saya tidak tahu, apakah Rasulullah shallallahu
‘alaihiwasallam melarang keledai dikarenakan ia kendaraan masyarakat sehingga beliau tidak ingin jika kendaraan
(sarana transportasi) mereka lenyap,
atau memang beliau mengharamkannya pada hari Khaibar khusus daging keledai jinak?”
Sanand
:Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abul Husain; Telah menceritakan kepada
kami Umar bin Hafsh; Telah menceritakan kepada kami ayah kudari ‘Ashimdari ‘Amir
dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma mengatakan;
Matan :Rasulullahshallallahu
‘alaihiwasallam melarang memakan keledai dikarenakan ia kendaraan
BUKHARI No. 109 TRANSPORTASI
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ الْفَضْلُ بْنُ
دُكَيْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَأَنَّ خُزَاعَةَ قَتَلُوا رَجُلًا مِنْ بَنِي لَيْثٍ عَامَ فَتْحِ
مَكَّةَ بِقَتِيلٍ مِنْهُمْ قَتَلُوهُ فَأُخْبِرَ بِذَلِكَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ فَخَطَبَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ
حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْقَتْلَ أَوْ الْفِيلَ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ كَذَا
قَالَ أَبُو نُعَيْمٍ وَاجْعَلُوهُ عَلَى الشَّكِّ الْفِيلَ أَوْ الْقَتْلَ
وَغَيْرُهُ يَقُولُ الْفِيلَ وَسَلَّطَ عَلَيْهِمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُؤْمِنِينَ أَلَا وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ
قَبْلِي وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ بَعْدِي أَلَا وَإِنَّهَا حَلَّتْ لِي سَاعَةً
مِنْ نَهَارٍ أَلَا وَإِنَّهَا سَاعَتِي هَذِهِ حَرَامٌ لَا يُخْتَلَى شَوْكُهَا
وَلَا يُعْضَدُ شَجَرُهَا وَلَا تُلْتَقَطُ سَاقِطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ فَمَنْ
قُتِلَ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يُعْقَلَ وَإِمَّا أَنْ يُقَادَ
أَهْلُ الْقَتِيلِ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ فَقَالَ اكْتُبْ لِي يَا
رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ اكْتُبُوا لِأَبِي فُلَانٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ
إِلَّا الْإِذْخِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي بُيُوتِنَا
وَقُبُورِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا
الْإِذْخِرَ إِلَّا الْإِذْخِرَقَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ يُقَالُ يُقَادُ
بِالْقَافِ فَقِيلَ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ أَيُّ شَيْءٍ كَتَبَ لَهُ قَالَ كَتَبَ
لَهُ هَذِهِ الْخُطْبَةَ (BUKHARI – 109)
Artinya
:
“Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Al Fadll bin
Dukain berkata, telah menceritakan kepada kami Syaibandari Yahyadari Abu
Salamah dari Abu Hurairah,
bahwasuku Khaza’ah telah membunuh seoranglaki-laki dari Bani Laitssaat hari pembesan Makkah,
sebagai balasan terbunuhnya seorang laki-laki dari mereka (suku Laits).
Peristiwa itu lalu disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam,
beliau lalu naik kendaraannya dan berkhutbah: “Sesungguhnya Allah
telah membebaskan Makkah dari pembunuhan, atau pasukan gajah.” Abu Ubaidullah berkata,
“Demikian Abu Nu’aim menyebutkannya, mereka ragu antara ‘pembunuhan’ dan ‘gajah’.
Sedangkan yang lian berkata, “Gajah. Lalu Allah memenangkan Rasulullah shallallahu
‘alaihiwasallam dan kaum Mukmininatas mereka. Beliau bersabda:
“Ketahuilah tanah Makkah tidaklah halal bagi seorang pun baik sebelum ku atau sesudahku,
ketahuilah bahwa sesungguhnya ia pernah menjadi halal buatkusesaat di suatuhari.
Ketahuilah, danpadasaatiniiatelahmenjadi haram; durinya tidak boleh dipotong,
pohonnya tidak boleh ditebang, barang temuannya tidak boleh diam bilkecuali untuk diumumkan dan dicari pemiliknya.
Maka barang siapa dibunuh, dia akan mendapatkan satu dari dua kebaikan;
meminta tebusan atau meminta balasan dari keluarga korban.”
LaludatangseorangpendudukYamandanberkata, “WahaiRasulullah, tuliskanlahbuatku?”
beliau lalu bersabda: “Tuliskanlah untuk Abu fulan.”
Seorang laki-laki Quraisy lalu berkata, “Kecuali pohon Idzhirwahai Rasulullah,
karena pohon itu kami gunakan di rumah kami dan di kuburan kami.”
Maka Nabishallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “Kecuali pohon Idzhir,
kecuali pohon Idzhir.” Lalu dikatakan kepada Abu Abdullah, “Apa yang
dituliskan untuknya?” Ia menjawab, “Khutbahtadi.”
Sanad
:Telahmenceritakankepada kami Abu Nu’aim Al Fadll bin Dukainberkata;
telah menceritakan kepada kami Syaiban; dari Yahyadari Abu Salamah dari Abu
Hurairah; Matan
:Nabishallallahu ‘alaihiwasallam, beliau lalu naik kendaraannya